KOTA BANDUNG – Badan Koordinasi Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Jawa Barat (Bakorda HIPMI PT Jabar) menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa yang lebih kuat dan progresif melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) serta Pengukuhan Pengurus Periode 2026–2027 yang digelar di Rooftop Lantai 4 Gedung DPRD Jawa Barat, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan momentum konsolidasi besar kader pengusaha muda kampus untuk menyusun langkah konkret dalam memperluas gerakan kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi se-Jawa Barat.
Kader HIPMI PT dari berbagai daerah seperti Tasikmalaya, Bogor, Garut, hingga Cianjur turut hadir dalam forum tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan semangat kolaborasi lintas kampus yang terus tumbuh di tengah tantangan ekonomi dan persaingan industri kreatif yang semakin dinamis.
Ketua Umum Bakorda HIPMI PT Jawa Barat, Ardian Dwi Pangestu mengatakan, Jawa Barat memiliki posisi penting dalam sejarah lahirnya HIPMI Perguruan Tinggi di Indonesia. Ia menyebut organisasi tersebut pertama kali berdiri di lingkungan Telkom University pada 2006 sebelum berkembang ke berbagai kampus di tingkat nasional.
“Forum ini menjadi ruang untuk menyatukan visi seluruh kader HIPMI Perguruan Tinggi se-Jawa Barat agar organisasi semakin aktif, terarah, dan mampu melahirkan pengusaha muda yang berdampak,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan Rakerda, setiap bidang kepengurusan diwajibkan memaparkan program kerja yang realistis dan memiliki ukuran keberhasilan yang jelas. Ardian menekankan bahwa organisasi harus meninggalkan pola kerja yang hanya berorientasi pada banyaknya kegiatan tanpa dampak nyata.
“Kami tidak ingin program hanya ramai di atas kertas. Lebih baik sedikit program tetapi berjalan maksimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota maupun masyarakat,” tegasnya.
Sebanyak 73 pengurus resmi dikukuhkan untuk memimpin organisasi selama dua tahun ke depan. Setelah pengukuhan, agenda dilanjutkan dengan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) yang menjadi wadah mempertemukan kader HIPMI PT dari berbagai kampus untuk memperluas relasi usaha, membuka peluang kolaborasi, serta memperkuat jejaring bisnis mahasiswa.
Dalam kepengurusan baru ini, Bakorda HIPMI PT Jabar membawa dua agenda besar yang menjadi prioritas utama organisasi. Pertama, melakukan reaktivasi HIPMI PT di kampus-kampus yang saat ini vakum atau belum berkembang optimal di tingkat kabupaten dan kota. Kedua, memperluas forum bisnis mahasiswa sebagai upaya membangun kultur kewirausahaan yang lebih kuat di lingkungan perguruan tinggi.
Menurut Ardian, generasi muda saat ini memiliki potensi besar di sektor industri kreatif dan digital. Karena itu, HIPMI PT harus hadir sebagai wadah yang mampu menghubungkan mahasiswa dengan dunia usaha, pemerintah, dan peluang ekonomi masa depan.
“Kami ingin HIPMI PT tidak hanya dikenal sebagai organisasi kampus, tetapi menjadi ruang lahirnya pengusaha muda yang mampu menciptakan lapangan kerja dan ikut menggerakkan perekonomian daerah,” katanya.
Bakorda HIPMI PT Jawa Barat juga menegaskan komitmennya untuk tetap selaras dengan arah kebijakan BPD HIPMI Jawa Barat di bawah kepemimpinan Radityo Egi Pratama dalam memperkuat peran pemuda di sektor ekonomi kreatif dan kewirausahaan.
Menutup kegiatan, Ardian berharap seluruh pengurus yang baru dikukuhkan mampu menjaga soliditas organisasi serta menjalankan program kerja secara konsisten dan berkelanjutan.
“Rakerda ini bukan titik akhir, tetapi awal dari kerja besar HIPMI PT Jawa Barat untuk membangun organisasi yang lebih aktif, produktif, dan benar-benar memberikan kontribusi bagi kemajuan ekonomi daerah,” pungkasnya. (Harry)

Social Footer