![]() |
| Foto : Suasana Kantor Disnaker Kota Cimahi |
KOTA CIMAHI — Kejaksaan Negeri Cimahi menunjukkan keseriusannya dalam membongkar dugaan korupsi dengan menggeledah Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi pada Selasa (21/4/2026). Langkah tegas ini menandai eskalasi penyelidikan terhadap praktik korupsi yang diduga terjadi dalam program kerja instansi tersebut.
Penggeledahan dilakukan sebagai upaya konkret penyidik untuk mengumpulkan alat bukti sekaligus memperjelas konstruksi perkara. Fokus utama penyelidikan mengarah pada dugaan penerimaan hadiah atau janji oleh oknum di lingkungan dinas.
Kasi Intelijen Kejari Cimahi, Fajrian, menegaskan bahwa indikasi pelanggaran tidak bersifat umum, melainkan mengerucut pada program tertentu.
“Ada program di Disnaker yang diduga kuat terjadi praktik korupsi berupa penerimaan hadiah dan janji oleh oknum dinas,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tim penyidik bekerja intensif selama berjam-jam. Penggeledahan dimulai sejak pukul 14.00 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 19.30 WIB. Hingga malam hari, penyidik masih berada di dalam kantor untuk menyisir dokumen dan barang bukti lain yang relevan.
Fajrian menekankan bahwa penggeledahan ini bukan sekadar prosedur, melainkan bagian penting dalam mengungkap dugaan tindak pidana korupsi secara terang dan menyeluruh.
“Langkah ini adalah upaya serius penyidik dalam mengumpulkan alat bukti guna membuat terang perkara,” tegasnya.
Dugaan korupsi disebut berkaitan dengan program pelatihan dan produktivitas tenaga kerja yang dibiayai anggaran tahun 2022 hingga 2024. Program tersebut kini menjadi sorotan karena diduga menjadi pintu masuk praktik penyimpangan.
Dalam operasi tersebut, penyidik menyita dua koper berisi dokumen penting. Barang bukti ini diyakini berkaitan langsung dengan pelaksanaan program pelatihan kerja yang tengah diselidiki.
“Dokumen yang diamankan beragam, namun semuanya berkaitan dengan program pelatihan kerja,” ungkap Fajrian.
Dengan penyitaan dokumen tersebut, Kejari Cimahi kini memiliki pijakan awal yang lebih kuat untuk menelusuri aliran dugaan korupsi. Proses hukum dipastikan akan terus berkembang seiring pendalaman bukti yang telah dikumpulkan. (Harry)

Social Footer