Paraspediaindonesia

Pergi yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi

 


SERAT KARYA

Ia mencoba menjauh dari cinta yang diam-diam tumbuh,
menutup pintu hati dan berpura-pura tak lagi peduli,
namun setiap langkah yang ia gunakan untuk pergi,
justru membawa namamu semakin dekat di dalam diri.

Ia memilih diam agar rasa itu perlahan mati,
menghindari tatapan yang membuat hatinya kembali berharap,
namun semakin ia berusaha melupakanmu hari demi hari,
semakin dalam cinta itu mengakar dan sulit untuk dilepas.

Ia tahu, mencintaimu mungkin bukan jalan yang seharusnya,
sebab ada batas yang tak mampu ia lewati dengan keberanian,
maka ia belajar tersenyum sambil menyembunyikan luka,
meski hatinya sendiri menjerit meminta untuk tetap bertahan.

Betapa menyakitkan mencintai seseorang dengan sepenuh hati,
namun harus menjadi orang yang paling keras memaksa diri pergi,
ia ingin tinggal, tetapi keadaan memintanya berhenti,
ia ingin melupakan, tetapi cinta justru tumbuh setiap kali mencoba lari.

Malam-malamnya dipenuhi percakapan yang tak pernah terucap,
tentang rindu yang disimpan rapat di balik kesunyian,
ia menangis bukan karena cinta itu tak indah,
melainkan karena cinta itu terlalu indah untuk dimiliki seorang diri.

Akhirnya ia mengerti, pergi bukan berarti berhenti mencintai,
kadang seseorang menjauh karena terlalu dalam ingin menjaga,
sebab ada cinta yang memilih terluka sendirian,
daripada memaksa dua hati bertemu di jalan yang tak semestinya.

Dan jika suatu hari ia benar-benar pergi tanpa menoleh lagi,
jangan kira hatinya telah selesai mencintai,
mungkin ia hanya sedang belajar hidup tanpa memilikimu,
sebab mencintaimu ternyata jauh lebih mudah daripada melupakanmu.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close