SERAT KARYA
Aku tak tahu sejak kapan namamu mulai tinggal di pikiranku.
Datang perlahan seperti embun yang jatuh tanpa suara.
Awalnya hanya sebuah rasa yang sederhana dan biasa.
Namun tanpa kusadari, ia tumbuh menjadi rindu yang luar biasa.
Aku mulai merindukan senyummu di antara sunyi malam.
Mengingat tatapanmu yang pernah singgah walau hanya sebentar.
Mengingat percakapan kecil yang mungkin tak berarti bagimu.
Sementara bagiku, semuanya perlahan menjadi sesuatu yang sulit dilupakan.
Ada perasaan yang tumbuh tanpa pernah meminta izin.
Ada rindu yang hadir tanpa tahu harus ditujukan ke mana.
Dan ada namamu yang semakin sering kusebut dalam diam.
Meski aku tahu, mungkin namaku tak pernah tinggal di hatimu.
Banyak kata sebenarnya ingin kusampaikan kepadamu.
Tentang rindu yang semakin hari semakin sulit kusembunyikan.
Tentang hati yang diam-diam berharap pada sesuatu yang mustahil.
Namun bibirku selalu memilih diam karena kenyataan terlalu berat untuk dilawan.
Aku tahu ada jarak yang tak sekadar dipisahkan oleh langkah.
Ada keadaan yang membuat kita tak mungkin berjalan bersama.
Ada sesuatu yang bahkan keberanian dan ketulusan tak mampu mengubahnya.
Maka aku hanya bisa mencintaimu dari tempat yang tak pernah kau tahu.
Barangkali inilah cara Tuhan mengajarkanku tentang
kehilangan.
Bahwa tidak semua yang membuat hati bahagia harus menjadi milik kita.
Bahwa terkadang seseorang hadir hanya untuk meninggalkan sebuah rasa.
Lalu pergi tanpa pernah tahu betapa dalam ia telah mengubah hati kita.
Jika suatu hari kau merasa ada seseorang yang merindukanmu
dalam diam.
Mungkin itu aku, yang masih menyimpan namamu di sudut paling sunyi.
Bukan untuk memintamu datang, apalagi mengubah keadaan yang sudah ada.
Aku hanya ingin menjaga rasa ini tanpa membuatmu harus menanggungnya.
Biarlah rindu ini menjadi rahasia antara aku dan malam.
Biarlah angin membawa namamu ke tempat yang tak mampu kujangkau.
Aku akan belajar tersenyum meski hati masih ingin memelukmu.
Sebab mencintaimu mungkin cukup, meski akhirnya aku tak pernah memilikimu.
Dan jika nanti waktu membuat wajahmu perlahan memudar dari
ingatan.
Semoga ia tidak menghapus jejak indah yang pernah kau tinggalkan.
Sebab pernah ada masa ketika kehadiranmu membuat dunia terasa berbeda.
Dan pernah ada aku yang mencintaimu dalam diam, tanpa pernah menjadi kita.
(G)

0 Komentar