Paraspedia Indonesia, Cimahi - Ada kalanya manusia berhenti sejenak dan bertanya dalam diam: jika dunia adalah tempat kita berpijak, mengapa begitu banyak hal di dalamnya terasa kejam?
Kita hidup di antara senyum yang menyembunyikan luka, kata-kata yang terkadang lebih tajam daripada senjata, serta keadaan yang memaksa seseorang bertahan meski hatinya sudah berkali-kali ingin menyerah. Dunia tidak selalu memberi ruang bagi mereka yang lemah. Bahkan, orang yang memilih berbuat baik pun tak jarang harus menerima perlakuan yang tidak adil.
Namun, mungkin dunia bukan benar-benar kejam. Bisa jadi, manusia yang membuatnya terasa demikian.
Keserakahan membuat sebagian orang lupa bahwa hidup bukan hanya tentang memiliki. Kekuasaan terkadang membuat seseorang lupa bahwa di atas jabatan masih ada kemanusiaan. Sementara kepentingan pribadi sering kali membuat rasa peduli kepada sesama perlahan kehilangan tempat.
Di tengah keadaan seperti itu, menjadi manusia yang tetap memiliki hati adalah sebuah keberanian.
Tidak semua kebaikan akan mendapatkan tepuk tangan. Tidak semua perjuangan akan segera mendapatkan penghargaan. Bahkan, orang yang paling tulus pun bisa saja disalahpahami. Tetapi kebaikan tidak pernah menjadi sia-sia hanya karena tidak disaksikan banyak orang.
Barangkali dunia memang tidak bisa kita ubah seluruhnya. Namun, kita masih bisa menentukan bagaimana diri kita memperlakukannya.
Jika dunia memilih menjadi keras, jangan biarkan hati kita ikut mengeras. Jika dunia dipenuhi kebencian, jangan jadikan kebencian sebagai alasan untuk kehilangan kemanusiaan. Dan jika ketidakadilan semakin sering terlihat, jangan sampai kita memilih diam hanya karena merasa bukan bagian dari masalah.
Sebab pada akhirnya, dunia tempat kita berpijak adalah kumpulan dari sikap manusia yang hidup di dalamnya.
Mungkin pertanyaan yang lebih penting bukan lagi, “Mengapa dunia begitu kejam?”
Melainkan, “Apa yang sudah kita lakukan agar dunia ini menjadi sedikit lebih manusiawi?”
Karena satu kebaikan mungkin terlihat kecil. Tetapi dari satu kebaikan, bisa lahir harapan. Dari satu kepedulian, bisa tumbuh kekuatan. Dan dari satu manusia yang memilih tetap berbuat benar, dunia yang terasa kejam mungkin perlahan menemukan kembali sisi kemanusiaannya.
Oleh: Tari

0 Komentar