Paraspediaindonesia

Embun yang Memilih Tidak Menjadi Hujan

 

SERAT KARYA


Biarlah kita tetap menjadi embun yang jatuh diam-diam di daun yang sama,

saling merasakan dinginnya pagi tanpa pernah meminta untuk memiliki,

sebab ada cinta yang terlalu indah untuk dijadikan alasan sebuah kehancuran,

dan ada rindu yang justru harus disimpan agar kita tetap bisa saling menemukan esok hari.


Jangan biarkan malam membujuk kita untuk melangkah lebih jauh,

karena mungkin yang kita sebut bahagia hanyalah luka yang belum menemukan waktunya,

cukup pandang mataku ketika rindu tak lagi mampu disembunyikan,

lalu biarkan diam menjadi tangan yang menggenggam tanpa benar-benar menyentuh.


Aku tahu, ada bagian dari hatimu yang ingin tinggal lebih lama di dekatku,

seperti embun yang enggan menghilang meski matahari perlahan menunggu di ufuk,

namun kita harus belajar bahwa tidak semua yang terasa indah harus dimiliki,

kadang cara paling tulus mencintai adalah menjaga agar perasaan itu tidak menjadi petaka.


Jika suatu malam kita kembali dipertemukan oleh rindu yang tak tahu diri,

jangan tanyakan mengapa hati masih berdebar meski kita telah sepakat untuk menahan,

cukup duduklah di sisiku, biarkan waktu berjalan tanpa kita mencuri apa pun darinya,

sebab aku lebih rela mencintaimu dalam diam daripada kehilanganmu karena satu langkah yang salah.


Dan bila suatu hari embun itu akhirnya jatuh dari daun,

jangan anggap ia gagal mempertahankan dirinya,

mungkin ia hanya sedang mengajarkan bahwa beberapa cinta memang ditakdirkan untuk menjadi keindahan yang singkat,

bukan untuk menjadi alasan dua kehidupan kehilangan arah.


Maka tetaplah di sini, dengan jarak yang membuat kita aman,

tetaplah menjadi rumah yang nyaman tanpa harus menjadi tempat untuk pulang selamanya,

biarkan kita saling mencintai sebatas yang mampu kita pertanggungjawabkan,

karena terkadang, mencintai dengan benar berarti berani mengatakan dengan apa adanya. (G)

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close