Paraspediaindonesia

Antara Diam dan Kehilangan


SERAT KARYA


Ada rasa yang sengaja kusimpan,

bukan karena ia tak ingin bersuara,

melainkan karena aku takut,

sekali ia terucap,

kau tak lagi tinggal di tempat yang sama.


Aku ingin berkata,

bahwa namamu sering menjadi alasan

mengapa senyumku datang tanpa aba-aba,

bahwa hadirmu perlahan menjadi rumah

yang tak pernah berani kusebut sebagai rumah.


Namun lidahku memilih diam,

sebab aku tahu,

pengakuan kadang tak membawa seseorang mendekat,

justru membuat jarak tumbuh

di antara dua hati yang sebelumnya baik-baik saja.


Maka biarlah perasaan ini

menjadi rahasia yang kupeluk sendirian,

menjadi doa yang tak pernah kusebutkan,

menjadi rindu yang hanya berani

kutitipkan pada malam.


Aku tidak takut mencintaimu,

aku hanya takut kehilanganmu

setelah kau tahu

betapa dalam aku menyimpanmu.


Sebab jika harus memilih

antara memiliki dengan segala kemungkinan,

atau tetap memilikimu dalam diam,

mungkin aku akan memilih diam

meski setiap hari

diam itu perlahan membunuh harapanku.


Dan bila suatu hari nanti

kau bertanya mengapa aku tak pernah berkata,

mungkin jawabannya sederhana:


Aku terlalu ingin memilikimu,

hingga aku takut satu kejujuran

justru membuatku kehilanganmu kembali. (G)

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close