Breaking News

Bupati Garut Terima Perwira Seskoad, Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana


KABUPATEN GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan bencana melalui kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Perwira Siswa Dikreg LXVII Seskoad Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini secara resmi diterima langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (6/4/2026).

Sebanyak 23 perwira siswa mengikuti kegiatan tersebut dan dijadwalkan melaksanakan KKL di wilayah Kabupaten Garut selama empat hari, hingga 9 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas aparat dalam memahami kondisi riil daerah, khususnya terkait potensi dan penanganan bencana.

Dalam pemaparannya, Bupati Garut menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki luas sekitar 3.100 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 2,8 juta jiwa. Ia menekankan bahwa Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi di Jawa Barat.

“Potensi banjir di Garut mencapai sekitar 90 ribu hektare, sementara potensi longsor sekitar 76 ribu hektare. Rata-rata kejadian bencana yang tercatat setiap tahun mencapai 567 kejadian,” ungkapnya.

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipatif melalui peningkatan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta koordinasi dengan perangkat daerah terkait di wilayah rawan bencana. Bupati juga menegaskan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial.

“Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, tim SAR, serta masyarakat agar penanganan bencana dapat berjalan efektif dan cepat,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan, Choirul Ikmal, menjelaskan bahwa KKL ini mengusung tema sinergi komponen bangsa dalam penanggulangan bencana sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional.

Selama kegiatan berlangsung, para perwira siswa akan melakukan pengumpulan data serta wawancara dengan berbagai instansi pemerintah daerah. Hasil dari kegiatan ini nantinya akan dipresentasikan dalam seminar sebagai bahan rekomendasi strategis dalam meningkatkan efektivitas penanganan bencana di daerah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih komprehensif serta solusi konkret dalam menghadapi tantangan bencana, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi seperti Kabupaten Garut. (Red)

Iklan

Type and hit Enter to search

Close