Breaking News

112 Cimahi “Dibajak” Panggilan Iseng, Layanan Darurat Terancam Tidak Optimal

Foto by https://www.instagram.com/kim.cimahi/ : petugas KIM Cimahi sedang menerima laporan masyarakat


KOTA CIMAHI – Layanan darurat 112 Cimahi Campernik menghadapi tekanan serius akibat maraknya penyalahgunaan oleh masyarakat. Ribuan panggilan iseng yang masuk sepanjang 2025 bukan hanya mengganggu, tetapi juga mengancam efektivitas layanan dalam menangani kondisi kegawatdaruratan.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi mencatat lebih dari 3.500 panggilan tidak relevan selama Januari hingga Desember 2025. Tingginya angka ini menunjukkan bahwa layanan darurat belum sepenuhnya dipahami sebagai fasilitas vital yang harus digunakan secara bertanggung jawab.

Penelaah Teknis Kebijakan Bidang IKPS Diskominfo Cimahi, Adhy Ramadhyan, mengungkapkan bahwa fenomena ini menjadi tantangan besar dalam menjaga kualitas respons layanan. Ia menilai, panggilan iseng bukan sekadar gangguan teknis, tetapi dapat berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.

“Setiap panggilan yang masuk harus kami respons. Ketika yang masuk justru panggilan tidak jelas, itu berpotensi menghambat penanganan kasus darurat yang sebenarnya,” ujarnya.

Faktor kemudahan akses menjadi salah satu penyebab utama. Layanan 112 yang dapat dihubungi tanpa membuka kunci ponsel memang dirancang untuk mempercepat respons dalam situasi kritis. Namun di lapangan, fitur ini justru kerap disalahgunakan, terutama oleh anak-anak yang melakukan panggilan tanpa tujuan jelas.

Selain panggilan iseng, operator juga kerap menerima laporan yang tidak berkaitan dengan kondisi darurat. Permintaan bantuan membuka kunci ponsel hingga panggilan tanpa suara menjadi contoh nyata penyimpangan fungsi layanan.

Ironisnya, meski sistem telah memberikan peringatan terkait sanksi hukum bagi penyalahgunaan, jumlah panggilan tidak bertanggung jawab masih tinggi, dengan rata-rata mencapai ratusan panggilan setiap bulan.

Pemerintah Kota Cimahi melalui Diskominfo menegaskan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga fungsi layanan darurat. Masyarakat diminta untuk menggunakan 112 secara tepat, hanya dalam kondisi mendesak yang membutuhkan penanganan segera.

Tanpa perubahan perilaku, layanan yang dirancang untuk menyelamatkan nyawa ini berisiko kehilangan efektivitasnya. Dalam situasi darurat, keterlambatan sekecil apa pun dapat membawa konsekuensi besar. (Red)

Iklan

Type and hit Enter to search

Close